
Suasana terminal 1 keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. TEMPO/Aditia Noviansyah
Semenjak meninggalkan rumah lebih dari setahun yang lampau, aku memang harus mengandalkan internet untuk mengikuti perkembangan. Radio? Tidak pernah menjadi pilihan. Sudah lebih lama lagi aku meninggalkannya. Koran? Tidak bisa tiap hari kubeli. Sementara internet, minimal Senin sampai Jumat bisa kuakses.
Sore tadi (06/09), mataku tertuju pada sebuah berita. Berita kriminal. Kalau berita kriminal biasa, tentu tak kusentuh. Namun, yang sekali ini, mau tak mau kusimak juga.
Kalau biasanya penghipnotisan maupun pembiusan dilakukan di Metro Mini (dan dengan demikian Kopaja), atau Mikrolet (dan dengan demikian, semua jenis kendaraan seukurannya), atau Taksi, kini hal tersebut terjadi di bis Damri Bandara. Terang saja berita ini membuatku gerah. Betapa tidak? Salah satu hiburanku selama di Jakarta adalah menikmati perjalanan dari Gambir menuju Bandara. Dan angkutan apa pula yang senantiasa membawaku selain daripada Damri?
Read the rest of this entry »
Recent Comments