Dalam beberapa tulisanku sebelumnya, aku pernah bercerita kalau aku sangat mencintai hujan. Bukan karena aku dilahirkan dalam bulan-bulan Aquarius. Tapi ada kenikmatan tersendiri mencium aroma tanah yang bertemu air.

Ketika masih di Medan dulu, aku suka hujan. Meskipun sering kali hujan mendatangkan masalah. Karena kalau angin berhembus ke arah tertentu, entah kenapa rumahku kebocoran. Dan karena aku juga tidak ingin anjing-anjingku jadi basah, aku harus menyiapkan wadah untuk menampung. Belum lagi harus mengepel beranda.

Aku sudah lupa kapan hujan mendatangkan kegentaran buatku. Mungkin sudah lama sekali. Aku cuma ingat suatu waktu ketika masih sangat kecil. Saat itu hujan deras, deras sekali. Sampai rumah kami kebanjiran. Aku yang masih sangat kecil hanya bisa melihat genangan air di kamar. Tidak bisa membantu apa pun.

Malam ini, dalam pengasinganku, kurasakan badai mengamuk di luar sana. Hujan deras turun. Guruh berbalas-balasan di langit sana. Menghantarkan getaran-getarannya hingga ke lantai kamarku yang terbuat dari papan.

Read the rest of this entry »

Sekali lagi untuk kesekian kalinya, aku lunta-lantu di depan kantorku. Tak jelas hendak ke mana kuarahkan langkah kakiku. Ingin lekas tiba di rumah, tapi itu mustahil. Jarak yang jauh, jalan yang macet, bis yang sesak penuh, angkutan yang berjalan lelet. Semua itu selalu menghiasi.

Ada pula tempat bernaung lain. Tapi ke sana pun sama. Harus mengantri Transjakarta di halte yang sesak. Meski telah dihias kipas raksasa, tak jua memberi kelegaan. Lagi pula, naungan ini masih akan merepotkan temanku. Maka semakin lunta-lantulah aku.

Read the rest of this entry »

Mendadak aku tak bisa lagi menulis! Setiap kali kupusatkan perhatian untuk menulis, tulisanku hanya berputar-putar di situ-situ saja. Setiap kali pulang ke tempat yang disebut orang sebagai rumah, fokusku hilang. Akhirnya, aku malah lari ke FIFA 2008.

Aku sudah punya sejumlah ide. Sempat kutuangkan kerangkanya. Berharap bisa dikembangkan menjadi tulisan.

Aku sudah menemukan sejumlah bahan untuk kubahas. Sempat kutuangkan juga. Namun, berkali-kali mencoba, tak satu pun yang sukses. Read the rest of this entry »

Tidak biasanya bis hijau itu disesaki penumpang sedini ini. Belum sampai Pasar Baru, sudah berjubel penumpang yang berdiri. Nona-nona yang biasanya mendapat tempat duduk, kini memutuskan turun dan menanti bis berikutnya sambil berharap tidak seramai bis yang satu ini. Ibu-ibu yang biasanya duduk di bangku depan samping kiri supir itu pun kini harus berdiri pula. Tak lagi ia mendapatkan duduk di tempat favoritnya itu.

Aku sendiri tidak terpengaruh oleh itu semua. Aku sudah duduk dari Senen. Berbincang-bincang ngalor-ngidul dengan temanku. Mulai dari masalah perbukuan, penerbitan, kebijakan ini-itu, sampai urusan pelayanan, aktivitas gereja, masa-masa SMP, masa-masa SMA(U). Tidak ada pembicaraan yang terlalu rumit. Karena kami sama-sama tahu, hari ini cukup melelahkan.

Read the rest of this entry »

Bukan malam ini saja aku melihat mereka. Sudah beberapa kali rasanya aku melihat mereka. Dari apa yang kulihat, aku yakin mereka adalah kakak-adik.

Yang berambut pendek pasti kakaknya. Aku kira begitu. Sedangkan yang berambut panjang tentulah adiknya. Sekali lagi, awalnya memang itulah dugaanku. Aku tidak pernah tahu kebenarannya sampai kemudian.

Pada malam Natal, aku duduk di depan mereka sekeluarga. Sedangkan pada ibadah Natal keesokan harinya, aku duduk tepat di belakang mereka.

Read the rest of this entry »

Maukah dirimu

menemani diriku

memetikkan senar demi senar

dalam lantunan irama lagu?

Read the rest of this entry »

Suatu pagi, mungkin saja aku bangun dari tidurku. Sepertinya kepalaku masih berat, pertanda tidurku terlalu singkat. Mungkin saja saat itu jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Pertanda aku sedikit terlambat untuk ke kantor.

Mungkin saja waktu itu, di kepalaku, masih terngiang sebuah lagu:

いっそこのまま この夜に心を置いて行こう
ヒラリヒラリと降り出した雪 君の鼻先に落ちて
言葉は限りなく 二人を責め立てる
キラリキラリとネオンが点(つ)いても帰る場所も無い

Read the rest of this entry »

Closing the window

Sudah berapa lama sejak aku terakhir bermimpi? Aku tidak tahu. Aku merindukan menjalani mimpi di dalam mimpi. Melangkahkan kaki dalam warna-warni yang indah, tiada yang mengganggu. Ya. Aku merindukan sebuah mimpi yang indah.

Mimpi. Impian. Aku sudah lupa semua itu.

Pernah aku bermimpi menyentuh tangan para malaikatku lagi. Aku berharap bisa bercerita tentang banyak hal pada mereka, dari hati ke hati. Aku berharap mereka juga bisa bercerita tentang diri mereka kepadaku secara terbuka. Aku berharap tidak hanya aku yang memanggil. Aku berharap mereka juga memanggilku. Betapa bahagianya hatiku ketika mendapati pesan dan panggilan dari mereka.

Read the rest of this entry »


IMG_0820
Originally uploaded by Derek Hsu

Sebenarnya, aku tidak terlalu suka untuk jalan-jalan di dunia Flickr. Tapi malam ini, iseng-iseng kutelusuri. Sekadar ingin tahu seperti apa foto-foto yang dipasang oleh para penggunanya.

Hasilnya macam-macam. Mulai dari yang bersifat personal, sampai pornografi. Mulai dari pemandangan sampai lingkungan keseharian. Read the rest of this entry »

Hari ini bukan hari terbaik buatku. Tidak ada yang benar-benar menyukakan hati di sepanjang hari kerjaku hari ini. Mamaku baru saja kembali dari Jakarta setelah penerbangan selama dua jam. Ini sajalah yang paling kusyukuri.

Keluar kantor, aku menyadari ada warna yang unik yang menghiasi langit. Sangat terang untuk ukuran sore ini, terang yang sangat berbeda dari terang yang biasanya kunikmati.

Kulangkahkan kaki keluar, melangkah menuju gerbang, lalu membukanya. Kutatap lekat-lekat langit atasku. Dan kukira, aku akan mengambil gambar langit yang unik ini.

Read the rest of this entry »