You are currently browsing the category archive for the ‘Imajinasi’ category.

Hari ini bukan hari terbaik buatku. Tidak ada yang benar-benar menyukakan hati di sepanjang hari kerjaku hari ini. Mamaku baru saja kembali dari Jakarta setelah penerbangan selama dua jam. Ini sajalah yang paling kusyukuri.

Keluar kantor, aku menyadari ada warna yang unik yang menghiasi langit. Sangat terang untuk ukuran sore ini, terang yang sangat berbeda dari terang yang biasanya kunikmati.

Kulangkahkan kaki keluar, melangkah menuju gerbang, lalu membukanya. Kutatap lekat-lekat langit atasku. Dan kukira, aku akan mengambil gambar langit yang unik ini.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Kemeriahan telah usai dari sebuah keramaian. Perlahan-lahan mereka kembali ke peraduan. Entah jugalah, mungkin masih ada yang berniat raun-raun, menikmati malam dengan anginnya yang semakin menusuk tulang. Aku jadi salah seorang dari mereka. Maka ketika usai kemeriahan tersebut, kuputuskan untuk kembali pula. Sebab siapakah ada bersamaku selain ketiadaan?

Gemerlap malam memang luar biasa. Aroma dari ranah Eropa berbaur dengan nuansa lokal. Perbauran yang kemudian menjadi nyata pada puncaknya. Mendengungkan beraneka nuansa ke udara malam. Aura kehangatan yang menggeliat. Ingin juga rasaku turut berkerumun di sana. Tapi tentu tiada kulakukan.

Read the rest of this entry »

Tiga malaikatku adalah gadis-gadis manis nan rupawan. Dua berambut panjang, sedangkan satu berambut sebahu. Aku sangat bahagia mereka di sekitarku. Meski sempat membuatku menderita hingga kini. Tapi aku sangat mencintai ketiganya. Kok bisa, ya?

Kutarik lengannya, menyepi sejenak, jauh dari kerumunan orang-orang. Ini orang kelewatan banget, main tarik aja. Kalau orang biasa mungkin akan berpikir begitu. Tapi meski kugamit, ia mengikutiku jua.

Read the rest of this entry »

Sudah lama buku catatan harianku kutinggalkan. Benar-benar menjadi onggokan saja di salah satu sisi tempat tidurku. Sesekali ia berada di atas tumpukan yang lain. Tapi keseringan ia berada di bawah buku-buku yang lain. Dan aku pun telah lupa tanggal terakhir aku menorehkan pensilku di atasnya. Read the rest of this entry »

Malam itu begitu sunyi. Sementara angin sesekali meraung membelah alam. Meniupkan udara dingin. Sedang aku baru saja tiba di pintu rumah, ingin segera masuk dan mendapat kehangatan. Rasa lapar yang membuatku gelisah, memaksaku untuk mendesak masuk ke ruang yang masih gelap gulita itu. Tidak ada siapa-siapa. Tapi aku tidak peduli. Aku senang kesenyapan.

Kuingat ada sate babi dari kafetaria anak-anak gereja tadi pagi. Dan kuingat ada nasi pula yang dibeli siang tadi. Segera saja kukeluarkan. Tidak ada sayur atau lauk lainnya. Hanya sate kecap. Ditambah saus sambal. Tidak apa, ini sudah mewah. Karena tidak setiap hari bisa makan sate babi. Lagipula, aku baru ingat, aku baru makan dua roti isi sepanjang hari ini. Maka segera saja kuramu. Read the rest of this entry »

Aku tersentak. Melihat diri yang menggertak. Dengan tatapan yang entah kosong entah polos.

“Ada apa?” tanyaku.

Dia terdiam. Menutup rapat mulutnya. Sedangkan matanya menatap lekat-lekat padaku. Seolah ingin masuk ke dalamnya. Membawa masa lalu dan masa kini. Bertempur menuju masa mendatang. Read the rest of this entry »

Aku termasuk salah seorang penggemar anjing. Pernah pada suatu ketika, kami memelihara tujuh ekor anjing sekaligus dalam satu rumah. Satu model mini pinser, enam lainnya anjing pudel.

Rumah kami yang di lantai tiga sebuah ruko menjadi ramai. Terutama ketika bel berbunyi. Masing-masing selalu berlomba untuk menyambut. Malah sudah menyambut dengan lolongan, yang kalau tidak segera dijemput, lolongan mereka bertambah panjang. Read the rest of this entry »

Angin malam serasa menderu. Tanda-tanda peralihan musim yang tahun lalu membuatku harus terkapar seharian. Pengalaman tersebut sampai sekarang tidak bisa kutentukan: haruskah aku bersyukur atau menangisinya. Gara-garanya, tabungan jamku yang semula hendak ditujukan sepekan penuh di Salatiga, malah harus dialihkan ke Jakarta sebulan berikutnya, yang akhirnya memberi pengalaman yang begitu menyakitkan dan tidak mungkin bisa kulupakan. Tapi itu tahun lalu. Read the rest of this entry »

Goodreads

Blog Stats

  • 4,225 hits
October 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Flickr Photos

Faith Writers

Visit us!

The%20NumbersQuantcast