You are currently browsing the monthly archive for July 2007.

Sudah lama buku catatan harianku kutinggalkan. Benar-benar menjadi onggokan saja di salah satu sisi tempat tidurku. Sesekali ia berada di atas tumpukan yang lain. Tapi keseringan ia berada di bawah buku-buku yang lain. Dan aku pun telah lupa tanggal terakhir aku menorehkan pensilku di atasnya. Read the rest of this entry »

Ini zaman bukan mereka punya
Ini zaman bukan mama-papa punya
Ini zaman bukan opa-oma punya
Ini zaman kami punya Read the rest of this entry »

Biarlah kabut tersapu dan menjadi embun
Agar tiada lagi yang sendu
Dan menjadi layu

Biarlah sinar mentari menembus kalbu
Menyingkirkan awan kelabu
Dan hati yang kuyu Read the rest of this entry »

Malam itu begitu sunyi. Sementara angin sesekali meraung membelah alam. Meniupkan udara dingin. Sedang aku baru saja tiba di pintu rumah, ingin segera masuk dan mendapat kehangatan. Rasa lapar yang membuatku gelisah, memaksaku untuk mendesak masuk ke ruang yang masih gelap gulita itu. Tidak ada siapa-siapa. Tapi aku tidak peduli. Aku senang kesenyapan.

Kuingat ada sate babi dari kafetaria anak-anak gereja tadi pagi. Dan kuingat ada nasi pula yang dibeli siang tadi. Segera saja kukeluarkan. Tidak ada sayur atau lauk lainnya. Hanya sate kecap. Ditambah saus sambal. Tidak apa, ini sudah mewah. Karena tidak setiap hari bisa makan sate babi. Lagipula, aku baru ingat, aku baru makan dua roti isi sepanjang hari ini. Maka segera saja kuramu. Read the rest of this entry »

Kemarin ibadah sore. Ada perjamuan kudus di gereja. Tapi kehadiranku bukan semata-mata karena mengejar perjamuan. Semata-mata karena paginya aku meramaikan kegiatan kafetaria pemuda, tidak bisa masuk untuk ibadah. Juga karena aku tidak mau masuk hanya untuk makan roti dan minum anggur. Read the rest of this entry »

Aku tersentak. Melihat diri yang menggertak. Dengan tatapan yang entah kosong entah polos.

“Ada apa?” tanyaku.

Dia terdiam. Menutup rapat mulutnya. Sedangkan matanya menatap lekat-lekat padaku. Seolah ingin masuk ke dalamnya. Membawa masa lalu dan masa kini. Bertempur menuju masa mendatang. Read the rest of this entry »

Segala sesuatunya
Tiada lagi berwarna
Pedih perih di ujung pena
Membentuk raut tak bermuka

Kapel, 26 Maret 2002

Segenap daya dan upaya
Sungguh aku kerahkan
Dalam ribuan gores tinta biru
Tuk tangkap garis lembut wajahmu
Tuk tangkap garis halus senyummu

17 Januari 2002

Dalam kepalaku tersimpan warna
Warna indah lembut menawan
Kucari gelap ‘tuk dicampur terang
Biarlang aku pergi menerawang
Dalam goresan lembut wajahmu
Bilakah menjadi milikku

September 2001

Masalah hak cipta kembali menyentil pikiran saya belum lama ini. Isunya muncul kembali tatkala salah seorang staf di kantor kami menyajikan sebuah presentasi yang merupakan prasyarat diterima tidaknya ia sebagai staf tetap di tempat kami.

Sebenarnya, presentasinya tidak berkenaan dengan masalah hak cipta. Ia mempresentasikan masalah perpustakaan. Namun, diskusi yang muncul, membuat saya memikirkan masalah hak cipta. Read the rest of this entry »

Goodreads

Blog Stats

  • 4,217 hits
July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Flickr Photos

Chrysis duo

Smoky Mountain Blaze

Roach with Common Tern

More Photos

Faith Writers

Visit us!

The%20NumbersQuantcast