Mendadak aku tak bisa lagi menulis! Setiap kali kupusatkan perhatian untuk menulis, tulisanku hanya berputar-putar di situ-situ saja. Setiap kali pulang ke tempat yang disebut orang sebagai rumah, fokusku hilang. Akhirnya, aku malah lari ke FIFA 2008.

Aku sudah punya sejumlah ide. Sempat kutuangkan kerangkanya. Berharap bisa dikembangkan menjadi tulisan.

Aku sudah menemukan sejumlah bahan untuk kubahas. Sempat kutuangkan juga. Namun, berkali-kali mencoba, tak satu pun yang sukses. Read the rest of this entry »

Advertisements

Tidak biasanya bis hijau itu disesaki penumpang sedini ini. Belum sampai Pasar Baru, sudah berjubel penumpang yang berdiri. Nona-nona yang biasanya mendapat tempat duduk, kini memutuskan turun dan menanti bis berikutnya sambil berharap tidak seramai bis yang satu ini. Ibu-ibu yang biasanya duduk di bangku depan samping kiri supir itu pun kini harus berdiri pula. Tak lagi ia mendapatkan duduk di tempat favoritnya itu.

Aku sendiri tidak terpengaruh oleh itu semua. Aku sudah duduk dari Senen. Berbincang-bincang ngalor-ngidul dengan temanku. Mulai dari masalah perbukuan, penerbitan, kebijakan ini-itu, sampai urusan pelayanan, aktivitas gereja, masa-masa SMP, masa-masa SMA(U). Tidak ada pembicaraan yang terlalu rumit. Karena kami sama-sama tahu, hari ini cukup melelahkan.

Read the rest of this entry »

Bukan malam ini saja aku melihat mereka. Sudah beberapa kali rasanya aku melihat mereka. Dari apa yang kulihat, aku yakin mereka adalah kakak-adik.

Yang berambut pendek pasti kakaknya. Aku kira begitu. Sedangkan yang berambut panjang tentulah adiknya. Sekali lagi, awalnya memang itulah dugaanku. Aku tidak pernah tahu kebenarannya sampai kemudian.

Pada malam Natal, aku duduk di depan mereka sekeluarga. Sedangkan pada ibadah Natal keesokan harinya, aku duduk tepat di belakang mereka.

Read the rest of this entry »

Maukah dirimu

menemani diriku

memetikkan senar demi senar

dalam lantunan irama lagu?

Read the rest of this entry »

Suatu pagi, mungkin saja aku bangun dari tidurku. Sepertinya kepalaku masih berat, pertanda tidurku terlalu singkat. Mungkin saja saat itu jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Pertanda aku sedikit terlambat untuk ke kantor.

Mungkin saja waktu itu, di kepalaku, masih terngiang sebuah lagu:

いっそこのまま この夜に心を置いて行こう
ヒラリヒラリと降り出した雪 君の鼻先に落ちて
言葉は限りなく 二人を責め立てる
キラリキラリとネオンが点(つ)いても帰る場所も無い

Read the rest of this entry »

Closing the window

Sudah berapa lama sejak aku terakhir bermimpi? Aku tidak tahu. Aku merindukan menjalani mimpi di dalam mimpi. Melangkahkan kaki dalam warna-warni yang indah, tiada yang mengganggu. Ya. Aku merindukan sebuah mimpi yang indah.

Mimpi. Impian. Aku sudah lupa semua itu.

Pernah aku bermimpi menyentuh tangan para malaikatku lagi. Aku berharap bisa bercerita tentang banyak hal pada mereka, dari hati ke hati. Aku berharap mereka juga bisa bercerita tentang diri mereka kepadaku secara terbuka. Aku berharap tidak hanya aku yang memanggil. Aku berharap mereka juga memanggilku. Betapa bahagianya hatiku ketika mendapati pesan dan panggilan dari mereka.

Read the rest of this entry »


IMG_0820
Originally uploaded by Derek Hsu

Sebenarnya, aku tidak terlalu suka untuk jalan-jalan di dunia Flickr. Tapi malam ini, iseng-iseng kutelusuri. Sekadar ingin tahu seperti apa foto-foto yang dipasang oleh para penggunanya.

Hasilnya macam-macam. Mulai dari yang bersifat personal, sampai pornografi. Mulai dari pemandangan sampai lingkungan keseharian. Read the rest of this entry »

Hari ini bukan hari terbaik buatku. Tidak ada yang benar-benar menyukakan hati di sepanjang hari kerjaku hari ini. Mamaku baru saja kembali dari Jakarta setelah penerbangan selama dua jam. Ini sajalah yang paling kusyukuri.

Keluar kantor, aku menyadari ada warna yang unik yang menghiasi langit. Sangat terang untuk ukuran sore ini, terang yang sangat berbeda dari terang yang biasanya kunikmati.

Kulangkahkan kaki keluar, melangkah menuju gerbang, lalu membukanya. Kutatap lekat-lekat langit atasku. Dan kukira, aku akan mengambil gambar langit yang unik ini.

Read the rest of this entry »

Bulan Oktober yang lalu, ada pesta buku alias book fair di Solo. Ini momen yang tidak mungkin kulewatkan. Meski harus menghabiskan dana buat ransum bulanan, yang penting buku.

Seperti biasa kegiatan ini diadakan di Diamond Convention Center, Jalan Slamet Riyadi. Tempat ini juga digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan ini tahun lalu. Yah, memang tempatnya cocok, sih. Hanya lima hari mulai 1–5 Oktober. Jadi, kudu buruan kalau tidak mau kehabisan. Read the rest of this entry »

IX

Aku sangat suka musim hujan. Meski halaman belakang rumah, mmm mungkin lebih cocok kalau kubilang halaman samping rumah,  akan tergenang air, namun aku sangat suka. Biasanya mama atau papa menggoreng singkong. Kukira saat itulah aku mulai menggemari singkong goreng. Kadang-kadang juga ubi rambat. Tapi tak ada yang lebih asyik daripada singkong goreng. Saat itu aku juga tidak terbiasa menikmatinya dengan lombok atau sambal colek, tidak seperti sekarang.

Halaman sebelah itu ditanami berbagai jenis pepohonan. Selain pohon bambu yang kuceritakan sempat terbakar itu, agak ke dalam lagi ada pohon belimbing. Pohon ini sebenarnya tidak terlalu rutin berbuah. Kalaupun berbuah, buahnya tidak begitu menarik bagiku. Ada juga pohon rambutan. Ini juga tidak terlalu rutin berbuah, meski tergolong favoritku.

Read the rest of this entry »

Goodreads

Blog Stats

  • 4,225 hits
October 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Flickr Photos

Faith Writers

Visit us!

The%20NumbersQuantcast