You are currently browsing the category archive for the ‘Puisi’ category.

Maukah dirimu

menemani diriku

memetikkan senar demi senar

dalam lantunan irama lagu?

Read the rest of this entry »

Advertisements

Ini zaman bukan mereka punya
Ini zaman bukan mama-papa punya
Ini zaman bukan opa-oma punya
Ini zaman kami punya Read the rest of this entry »

Biarlah kabut tersapu dan menjadi embun
Agar tiada lagi yang sendu
Dan menjadi layu

Biarlah sinar mentari menembus kalbu
Menyingkirkan awan kelabu
Dan hati yang kuyu Read the rest of this entry »

Segala sesuatunya
Tiada lagi berwarna
Pedih perih di ujung pena
Membentuk raut tak bermuka

Kapel, 26 Maret 2002

Segenap daya dan upaya
Sungguh aku kerahkan
Dalam ribuan gores tinta biru
Tuk tangkap garis lembut wajahmu
Tuk tangkap garis halus senyummu

17 Januari 2002

Dalam kepalaku tersimpan warna
Warna indah lembut menawan
Kucari gelap ‘tuk dicampur terang
Biarlang aku pergi menerawang
Dalam goresan lembut wajahmu
Bilakah menjadi milikku

September 2001

Kucarik warna dalam rupa
Dalam kertas seribu daya
Dalam jenis dan karya

Agustus 2001

Kucoba ambil kertas secarik
Mengubah dalil menjadi larik

Coba kutangkap dari wajahmu
Terang dan gelap serasa menderu

23  Juli 2001




…?
…!

Read the rest of this entry »

Kriiiiiiiiing …!

Kriiiiiiiiing …!

Kriiiiiiiiing …!

Tut-tut-tut-tut-tut-tut-tut Read the rest of this entry »

Goodreads

Blog Stats

  • 4,225 hits
October 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Flickr Photos

Faith Writers

Visit us!

The%20NumbersQuantcast