You are currently browsing the category archive for the ‘Impian’ category.

Aku tidak yakin dirimu masih mengingatku. Tidak masalah. Sebab diingat orang lain, pada satu sisi, tidak selalu menyenangkan. Sejujurnya, aku malah tidak melihat apa menyenangkannya diingat orang.

Yah, abaikan saja salamku, kalau kalimat di atas memang dapat dianggap salam. (Dalam analisis percakapan, sah saja kita menyebutnya sebagai “salam pembuka”, tergantung dari mana kita melihatnya.)

Sudah berapa lama sejak terakhir kita bertemu? Aku tidak tahu pasti. Apa setelah lulus SMP? Tidak juga. SMU? Aku tidak yakin. Waktu sepertinya mempermainkanku sedemikian rupa. Mungkin itu juga alasannya mengapa aku mulai tidak dapat membedakan antara Rabu dan Kamis, Kamis dan Rabu. Entahlah. Tapi cobalah menyebutkan bilangannya. Sepuluh? Lebih? Bisa jadi.
Read the rest of this entry »


IMG_0820
Originally uploaded by Derek Hsu

Sebenarnya, aku tidak terlalu suka untuk jalan-jalan di dunia Flickr. Tapi malam ini, iseng-iseng kutelusuri. Sekadar ingin tahu seperti apa foto-foto yang dipasang oleh para penggunanya.

Hasilnya macam-macam. Mulai dari yang bersifat personal, sampai pornografi. Mulai dari pemandangan sampai lingkungan keseharian. Read the rest of this entry »

Kemeriahan telah usai dari sebuah keramaian. Perlahan-lahan mereka kembali ke peraduan. Entah jugalah, mungkin masih ada yang berniat raun-raun, menikmati malam dengan anginnya yang semakin menusuk tulang. Aku jadi salah seorang dari mereka. Maka ketika usai kemeriahan tersebut, kuputuskan untuk kembali pula. Sebab siapakah ada bersamaku selain ketiadaan?

Gemerlap malam memang luar biasa. Aroma dari ranah Eropa berbaur dengan nuansa lokal. Perbauran yang kemudian menjadi nyata pada puncaknya. Mendengungkan beraneka nuansa ke udara malam. Aura kehangatan yang menggeliat. Ingin juga rasaku turut berkerumun di sana. Tapi tentu tiada kulakukan.

Read the rest of this entry »

Tiga malaikatku adalah gadis-gadis manis nan rupawan. Dua berambut panjang, sedangkan satu berambut sebahu. Aku sangat bahagia mereka di sekitarku. Meski sempat membuatku menderita hingga kini. Tapi aku sangat mencintai ketiganya. Kok bisa, ya?

Kutarik lengannya, menyepi sejenak, jauh dari kerumunan orang-orang. Ini orang kelewatan banget, main tarik aja. Kalau orang biasa mungkin akan berpikir begitu. Tapi meski kugamit, ia mengikutiku jua.

Read the rest of this entry »

Goodreads

Blog Stats

  • 4,218 hits
August 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Flickr Photos

Faith Writers

Visit us!

The%20NumbersQuantcast