Hari ini bukan hari terbaik buatku. Tidak ada yang benar-benar menyukakan hati di sepanjang hari kerjaku hari ini. Mamaku baru saja kembali dari Jakarta setelah penerbangan selama dua jam. Ini sajalah yang paling kusyukuri.

Keluar kantor, aku menyadari ada warna yang unik yang menghiasi langit. Sangat terang untuk ukuran sore ini, terang yang sangat berbeda dari terang yang biasanya kunikmati.

Kulangkahkan kaki keluar, melangkah menuju gerbang, lalu membukanya. Kutatap lekat-lekat langit atasku. Dan kukira, aku akan mengambil gambar langit yang unik ini.

Orange Sky

Aku sangat bersyukur, meski kamera ponselku  hanya berkualitas VGA, toh aku masih bisa menangkap fenomena langit selama masih cukup terang.

Entah angin apa yang akan dihembuskan malam ini, yang jelas dingin, seperti biasa kala kukayuh sepeda lawasku menuju keluar sekitar pukul sembilan malam. Ya, aku harus mengambil uang untuk makan di penghujung bulan ini. Sekalian mengirim lamaran baru besok. Entah yang lalu baik atau tidak, kuharap jadi pertimbangan.

Dan malam ini, kudapati tangan kananku, seperti terkena api, terasa panas. Kukira aku akhirnya kena dompo, penyakit kulit yang sebenarnya tidak pernah  kualami selama di Solo ini. Untung temanku masih menyimpan salepnya. Nah, aku belum mandi malam ini, sekitar pukul sebelas. Kukira aku akan segera mengakhiri petualangan mayaku dan segera kembali sebelum uangku benar-benar habis hanya untuk membayar warnet.

Yang jelas, langit sore itu membawa banyak misteri yang sampai sekarang tidak kumengerti. Aku memang suka langit. Jadi kalau kaudapati paragraf demi paragraf ini tidak berkaitan, jangan salahkan aku. Aku memang menulis sesukaku kali ini.