VII

Suatu ketika, terjadi kebakaran di kompleks kami itu. Kejadiannya di halaman rumah kami. Di halaman depan rumah, di salah satu pojok, ada pepohonan bambu. Aku tidak begitu ingat bagaimana dan dari mana datangnya api itu. Tapi yang jelas, api semakin membumbung tinggi. Hampir mencapai tinggi pucuk bambu itu sendiri, kalau tidak salah.

“Kebakaran, kebakaran!”

Aku tidak ingat siapa yang berteriak demikian. Tapi aku ingat, mamaku ada bersamaku–mungkin juga mamaku yang berteriak kala itu. Lalu ada juga seorang pria lainnya, kelihatannya saat itu berusia dua puluh limaan–ingatanku sangat samar tentang orang ini kecuali aku tahu ada orang lain. Dan tentu saja para tetangga juga ada karena mendengar kehebohanku.

Semua sibuk mencari cara untuk memadamkan api. Sementara itu, tidak jauh dari pojok halaman kami itu, sebuah bangunan asrama (atau bakal gedung kuliah, ya?) mulai gosong kena asap. Mungkin ini juga yang membuat kami cemas. Padahal ini cuma kebakaran kecil.

Pokoknya, semua sibuk. Ada yang mencoba memadamkan dengan membawa air berember-ember. Lalu ada juga yang mencoba dengan racun api. Kuingat, kala itu, tetangga kami yang di rumah tengah buru-buru mencopot racun api yang ada di mobilnya. (Mungkin juga mereka memiliki yang ukurannya agak lebih besar sedikit daripada yang kecil itu.)

Aku yang masih balita saat itu tentu saja hanya bisa menikmati kesibukan yang terjadi. Boro-boro ngebantuin, aku malah akan merepotkan. Bawa ember saja masih kepayahan.

Cukup lama juga kami semua beramai-ramai berupaya memadamkan api itu. Pokoknya, selamat, api padam, tidak ada lagi yang menyaingi tinggi pucuk bambu (kecuali bangunan bakal asrama–atau gedung kuliah itu), bambu-bambu masih ada yang selamat dan bisa hidup dengan nyaman kecuali ada yang gosong. Kekhawatiran kami waktu itu memang cuma satu:  api merambat ke gedung bakal asrama–atau gedung kuliah itu.

Pokoknya, puji Tuhan–tentu saja aku belum pintar mengucapkan seruan ucapan syukur ini pada saat itu! Api padam. Semua bisa berolahraga. Dan itulah salah satu peristiwa kecelakaan yang kuingat terjadi di kompleks kecil tersebut.