Biarlah kabut tersapu dan menjadi embun
Agar tiada lagi yang sendu
Dan menjadi layu

Biarlah sinar mentari menembus kalbu
Menyingkirkan awan kelabu
Dan hati yang kuyuBiarlah pergi yang hendak berlalu
Untuk meninggalkan kenangan selalu
Yang tertinggal di dalam kalbu

Biarlah sinar itu meredup
Untuk kemudian mati
Untuk disapa sang sunyi
Karena yang ada kini
Akan segera dilalui

Dan biarlah aku menerawang
Jauh ke awang-awang
Menantikan masa mendatang
Dalam hidup yang kukenang

                            Batanghari, 28 Januari 2002